Menu
Close
PesonaTravel.id

Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

Menelusuri Keunikan dan Pesona Tempat Wisata di Desa Penglipuran Bali

Smallest Font
Largest Font

Desa Penglipuran Bali merupakan salah satu destinasi wisata desa yang menawarkan pengalaman unik dalam menikmati budaya dan alam khas Bali. Dengan sejarah yang telah berusia sekitar 700 tahun, desa ini menghadirkan pesona tradisional yang terjaga hingga kini. Lokasi dan rute mudah dijangkau dari Bandara Internasional Ngurah Rai, menjadikan Desa Penglipuran pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana asli Bali.

Desa Penglipuran diperkirakan berdiri sejak zaman Kerajaan Bangli, sekitar tujuh abad lalu. Nama Desa Penglipuran sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Bali, yaitu pengeling yang berarti 'ingat' dan pura yang berarti 'tempat suci leluhur'. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai leluhur dan adat istiadat yang dijaga oleh masyarakat setempat hingga hari ini.

Seiring perjalanan waktu, desa ini tetap mempertahankan keaslian arsitektur serta tradisi yang kental, sehingga menjadi contoh nyata pelestarian budaya Bali yang jarang dimiliki desa lain. Keberadaan rumah-rumah adat yang tersusun rapi dan bersih menambah kesan harmonis antara manusia dan lingkungan.

Lokasi dan Rute Menuju Desa Penglipuran

Terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Desa Penglipuran Bali berada pada ketinggian sekitar 600-700 meter di atas permukaan laut. Suhu yang relatif sejuk membuat suasana desa menjadi nyaman untuk dijelajahi, terutama bagi wisatawan yang ingin menghindari panas kota.

Jarak dari Bandara Internasional Ngurah Rai ke desa ini berkisar antara 56 hingga 60 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit hingga hampir 2 jam. Akses jalan yang sudah baik memudahkan perjalanan, meskipun beberapa bagian masih menampilkan jalanan desa yang asri dan alami.

Daya Tarik Wisata Desa Penglipuran

Keunikan dan Kebersihan Lingkungan

Desa Penglipuran terkenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Penataan lingkungan yang apik dan penerapan aturan ketat mengenai kebersihan membuat pengunjung terkesan. Jalan setapak yang bersih, rumah dengan atap alang-alang, dan area bambu yang luas menciptakan suasana yang sangat alami dan nyaman.

Kebersihan ini bukan hanya estetika, tapi juga bagian dari filosofi hidup masyarakat yang menjunjung tinggi keharmonisan dengan alam dan leluhur.

Arsitektur dan Tata Letak Desa

Dengan luas wilayah sekitar 112 hektar, Desa Penglipuran terbagi menjadi area pertanian, hutan bambu, hutan kayu, pemukiman, dan tempat suci. Penataan pemukiman sangat memperhatikan aturan adat, dengan rumah-rumah yang tersusun rapi dan simetris.

Desa ini mempertahankan gaya arsitektur tradisional Bali yang khas, mulai dari bentuk rumah hingga ornamen ukiran yang menghiasi. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh budaya Bali.

Kuliner Khas Desa Penglipuran

Selain menikmati keindahan dan budaya, pengunjung juga dapat mencoba berbagai kuliner khas desa Penglipuran. Berbagai warung makan dan pedagang souvenir menyediakan makanan tradisional Bali yang autentik, seperti lawar, bebek betutu, dan jajanan khas lainnya.

Kuliner ini biasanya diolah oleh penduduk lokal yang juga menggantungkan hidup dari pariwisata. Ini menambah keaslian dan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan wisata kuliner di kota besar.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Untuk memasuki Desa Penglipuran, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk yang relatif terjangkau. Harga tiket masuk penglipuran biasanya berkisar pada angka yang ramah bagi wisatawan, sehingga akses untuk menikmati tempat wisata ini tetap terbuka luas.

Jam buka desa ini umumnya mulai pagi hingga sore hari, memberikan waktu yang cukup bagi wisatawan untuk menjelajahi seluruh area dengan santai. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pagi hari ketika suhu masih sejuk dan suasana belum terlalu ramai.

Mata Pencaharian dan Kehidupan Penduduk Desa

Jumlah penduduk Desa Penglipuran per Januari 2021 tercatat sebanyak 1.111 orang dengan 277 kepala keluarga. Mata pencaharian utama warga adalah perajin, pedagang souvenir, pelaku kuliner, petani, pengelola homestay, serta pemandu wisata.

Peran masyarakat dalam mengelola pariwisata sangat besar, sehingga mereka mampu mempertahankan nilai adat tanpa mengorbankan kesejahteraan ekonomi. Model ini menjadi contoh pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Distribusi Penggunaan Lahan Desa

Perbandingan penggunaan lahan di Desa Penglipuran (hektar)
Jenis LahanLuas (Ha)
Pertanian50
Hutan Bambu45
Hutan Kayu4
Pemukiman9
Tempat Suci4

Faktor Pendukung dan Tantangan Pengembangan Wisata Desa Penglipuran

Keberhasilan Desa Penglipuran dalam menarik wisatawan tidak lepas dari pengelolaan yang ketat dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian adat dan lingkungan. Namun, tantangan tetap ada, seperti menjaga keseimbangan antara pengembangan fasilitas wisata dan pelestarian budaya.

Tantangan lain adalah pengaturan jumlah pengunjung agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu kehidupan warga. Pengelola desa perlu terus meningkatkan edukasi wisata berkelanjutan dan inovasi dalam pelayanan.

Rekomendasi Pengalaman Wisata di Desa Penglipuran

Mengunjungi Desa Penglipuran memberi kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan tradisional Bali yang autentik. Saya menyarankan pengunjung untuk berjalan kaki menyusuri gang-gang desa, mengamati arsitektur rumah adat, dan menikmati udara sejuk pegunungan.

Jangan lewatkan mencicipi kuliner lokal yang disajikan oleh penduduk sekitar, serta membeli produk kerajinan tangan sebagai oleh-oleh. Ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal tapi juga memperkaya pengalaman budaya.

Desa Penglipuran menawarkan keseimbangan unik antara tradisi, alam, dan kenyamanan wisata yang jarang ditemukan di tempat lain.
RAMAI ! SITUASI DESA TERBERSIH DI DUNIA | DESA PENGLIPURAN BALI SAAT INI | JooUpdate

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed